Monday, 19 December 2011

Menyangkul atau mencangkul?

Menyangkul atau mencangkul

Kita sering mendengar orang menyebut 'menyangkung',  'menyangkuk' , dan 'menyungkil'.  Kata-kata terbitan 'menyintai', 'menyangkul', 'menyangkul', 'menyangkuk' dan 'menyungkil' berasal daripada gabungan awalan 'me'- atau  'me-...-i'  dengan kata dasar cinta, cangkul, cangkung, cangkuk, dan cungkil.

Bagi tujuan untuk menunjukkan pelaku atau alat maka awalan 'pen-'  digabungkan dengan kata-kata tersebut lalu membentuk ejaan seperti pencinta, pencangkul, pencangkung, pencangkuk dan pencungkil.  Kecuali ejaan pencinta, yang lain dieja dengan salah seperti 'penyangkul', 'penyangkung', 'penyangkuk', dan 'penyungkil'.

Dalam pembentukan kata bahasa melayu, apabila kata dasar bermula dengan huruf   c    , maka awalan yang sesuai dengannya ialah   'mem-'  (membentuk kata kerja) dan 'pen-' (membentuk kata nama).  Oleh itu

men  +  cintai      =  mencintai  (bukan  'menyintai')
men  +  cangkul  =  mencangkul  (bukan  'menyangkul')
men  +  cangkung  =  mencangkung (bukan "menyangkung')
men  +  cangkuk  =  mencangkuk  (bukan  'menyangkuk')
men  +  cungkil  =  mencungkil  (bukan 'menyungkil')
men  +  cinta  =  pencinta  (bukan  'pencinta')